Lahir dari sebuah kerinduan untuk mengubah masa depan generasi muda Mentawai, gagasan pembangunan sekolah ini bermula pada tahun 2018, ketika Pendiri Yayasan Cahaya Logos melakukan perjalanan misi ke wilayah barat daya Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai. Di sana terlihat jelas bahwa keterbatasan akses pendidikan menyebabkan ribuan anak tidak dapat melanjutkan sekolah hingga jenjang SMA, sehingga belum mampu mengelola kekayaan alam Mentawai yang begitu melimpah.
Sebelumnya, Yayasan pernah membawa tiga lulusan SMA dari Mentawai ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, upaya tersebut belum berhasil karena kemampuan akademik mereka belum cukup untuk mengikuti perkuliahan. Pengalaman inilah yang semakin meneguhkan bahwa solusi terbaik adalah membangun pendidikan berkualitas di Mentawai.
Atas permintaan Kabimas Kristen Kabupaten Kepulauan Mentawai pada tahun 2022, Yayasan Cahaya Logos mendirikan SMAK Cahaya Logos dengan slogan "Sekolah Calon Pengusaha." Sekolah ini mulai beroperasi pada tahun ajaran 2023/2024, telah memperoleh izin operasional dari Kementerian Agama serta telah terakreditasi resmi.
Berbeda dari sekolah pada umumnya, SMAK Cahaya Logos tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, disiplin, dan jiwa kewirausahaan. Para siswa dibekali keterampilan nyata melalui praktik pertanian, peternakan, dan pengembangan usaha agar setelah lulus mereka siap bekerja, membangun UMKM, maupun mengelola potensi yang dimiliki keluarga dan daerahnya.
Melalui pendidikan yang holistik, SMAK Cahaya Logos memiliki visi untuk melahirkan generasi muda Mentawai yang beriman, berkarakter, mandiri, serta mampu menjadi pelaku perubahan yang membawa kesejahteraan bagi keluarga, masyarakat, dan tanah kelahirannya.
Saat ini lebih dari 22% anak usia 16-18 tahun di Mentawai tidak lagi bersekolah (Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam Angka 2021 - BPS). Maka itu sekolah yang saat ini paling dibutuhkan adalah SMA, yang mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
Selain itu dari 2.063 pengangguran yang tercatat, 1.120 orang adalah lulusan SMA/sederajat, hal ini menunjukkan bahwa Pendidikan yang lebih tinggi tidak menjamin dapat bekerja. Karena itu kami juga bermaksud mendirikan BLK (Balai Latihan Kerja) untuk memberikan pelatihan bagi masyarakat yang sudah menyelesaikan sekolahnya agar memiliki keahlian dan dapat memiliki penghasilan.
SMAK Cahaya Logos menggunakan sistem belajar kelas maupun mandiri. Jadi setiap siswa diharapkan dapat menemukan jati dirinya, mengeksplor bakat dan minatnya masing-masing, serta memiliki keahlian khusus untuk menghidupi dirinya sendiri.
Para guru bertugas sebagai pembimbing / mentor yang akan mengarahkan siswa untuk belajar dengan efektif dan efisien sesuai minatnya sehingga terbentuklah pribadi-pribadi yang berintegritas, berpengetahuan, kuat, dan mempunyai hubungan yang intim dengan Kristus. Pembelajaran diadakan di kelas-kelas maupun workshop yang di alam terbuka, juga di kebun, peternakan dan berbagai area sekolah.
















