Lulus dari SMA sudah bisa menghasilkan uang sendiri. Bahkan dalam 2 bulan sudah menghasilkan 300kg timun. Di mana lagi kalau bukan bersama alumni SMAK Cahaya Logos?
Kelompok Tani Cahaya Logos merupakan program pembinaan bagi para lulusan SMAK Cahaya Logos yang memiliki kerinduan untuk belajar membangun usaha secara nyata. Program ini dirancang sebagai jembatan bagi para alumni sebelum mereka kembali ke desa dan merintis usaha masing-masing. Selama kurang dari dua tahun, para peserta tidak hanya belajar mengolah lahan pertanian, tetapi juga dibekali dengan kepemimpinan, pengelolaan keuangan, kewirausahaan, dan tanggung jawab dalam menjalankan sebuah usaha.
Tujuan utama program ini adalah membentuk generasi muda Mentawai yang mampu mandiri secara ekonomi tanpa harus bergantung kepada orang tua, dengan mengelola Sumber Daya Alam yang begitu melimpah di Mentawai.
Melalui hasil kerja mereka sendiri, para peserta diharapkan dapat membiayai kebutuhan hidup, dan tentunya tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Terbuka (UT) menggunakan penghasilan yang mereka peroleh dari usahanya sendiri.
Kelompok Tani Cahaya Logos resmi dimulai pada 29 Mei 2026 dengan lima anggota lulusan angkatan pertama, yaitu Nila, Nauli, Catrin, Sumario, dan Hefrijon. Dalam waktu hanya dua bulan, hingga 29 Juli 2026, mereka telah berhasil memanen sekitar 300 kg timun, puluhan ikat bayam dan kangkung, serta terus mengembangkan berbagai komoditas lain seperti cabai, labu, dan tanaman hortikultura lain, serta belajar beternak udang. Hasil tersebut menjadi bukti bahwa dengan kemauan belajar dan kerja keras, lahan sederhana dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai.
Mereka menamai kelompoknya "Samgar", terinspirasi dari tokoh Alkitab yang mengalahkan 600 orang Filistin hanya dengan tongkat penghalau lembu. Nama ini mencerminkan semangat untuk menggunakan alat-alat sederhana namun menghasilkan karya dan dampak yang maksimal. Dengan kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar, Kelompok Samgar membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih hasil yang luar biasa.
Melalui Kelompok Tani Cahaya Logos, Yayasan berharap lahir semakin banyak anak muda Mentawai yang bukan hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan, mengelola kekayaan alam daerahnya dengan bijaksana, serta menjadi berkat bagi keluarga dan masyarakat. Inilah salah satu langkah nyata mewujudkan slogan SMAK Cahaya Logos sebagai "Sekolah Calon Pengusaha."
*Dokumentasi Kelompok Tani SMAK Cahaya Logos sedang mengajar adik-adik juniornya – 15 Juli 2026


